
Dalam forum akademik keagamaan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan pada pembentukan manusia Indonesia yang cerdas, bermartabat, sejahtera, dan hidup rukun berdampingan dalam kebinekaan.
Akses Pendidikan Inklusif dan Kesejahteraan Tenaga Pendidik
Pemerintah memastikan keberhadiran negara agar seluruh anak bangsa memiliki kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala biaya. Melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, penyaluran bantuan pendidikan direalisasikan secara inklusif melintasi latar belakang daerah maupun keagamaan.
Selain memberikan dukungan bagi peserta didik, perhatian besar dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik:
Tunjangan Profesi Guru (TPG): Pada tahun 2025, alokasi TPG diberikan kepada 452.796 guru madrasah dan guru agama senilai Rp19,148 triliun. Angka ini meningkat signifikan pada tahun 2026 menjadi Rp25,996 triliun untuk 671.704 guru.
Sertifikasi Dosen: Pemerintah juga menyalurkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp5,783 triliun kepada 183.787 dosen perguruan tinggi keagamaan yang terverifikasi.
Lompatan Digitalisasi dan Penguatan Fasilitas Lembaga
Guna mengikis kesenjangan kualitas pendidikan di kawasan perbatasan dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), Kementerian Agama melakukan akselerasi digitalisasi sarana belajar:
Papan Digital Interaktif: Penyaluran 2.180 unit papan digital interaktif dengan nilai Rp71,62 miliar ke 551 madrasah di berbagai wilayah.
Pengembangan PTKN & Sekolah Unggul: Pembangunan delapan gedung Universitas Islam Negeri (UIN) direalisasikan lewat skema Saudi Fund senilai Rp881 miliar, sejalan dengan penguatan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia menjadi Sekolah Unggul Garuda.
Kerukunan Terukur dan Sinergi Program Prioritas
Kehadiran perwakilan Kementerian Agama dalam momentum wisuda STAH Dharma Nusantara menjadi bukti nyata komitmen negara yang merangkul semua golongan. Hal ini tecermin dari pencapaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 yang berada pada skor 77,89. Seluruh institusi keagamaan—termasuk perguruan tinggi keagamaan Hindu, Kristen, Katolik, Buddha, Khonghucu, dan Islam—mendapatkan dukungan pembinaan yang proporsional.
Sektor keagamaan juga diintegrasikan untuk menyokong program strategis nasional lainnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga kesehatan fisik peserta didik, serta pendayagunaan wakaf produktif dan dana sosial untuk pemulihan ekonomi serta pelestarian lingkungan.
Menyongsong Visi Indonesia Emas 2045
Penyampaian capaian ini di STAH Dharma Nusantara mengukuhkan pesan bahwa kebersamaan seluruh elemen bangsa adalah kunci kemajuan. Melalui perpaduan antara pendidikan yang merata, keterjaminan kesejahteraan pengajar, serta moderasi beragama yang terjaga, pemerintah optimistis dapat membentuk SDM unggul demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
.png)










