
Ajakan tersebut disampaikan melalui aksi dan pawai kebangsaan yang digelar di Landmark Kota Cilegon, Senin (20/7). Kegiatan berlangsung secara damai dan diawali dengan aksi berbagi kepada masyarakat sebelum dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi mengenai pentingnya penegakan hukum yang independen, profesional, dan berintegritas sebagai fondasi pembangunan nasional.
Ketua DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten, Supardi, mengatakan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa karena dampaknya sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan berbagai praktik mafia yang merugikan negara. Upaya tersebut harus dilakukan secara konsisten berdasarkan supremasi hukum. Mahasiswa siap menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal agenda tersebut demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas," ujar Supardi.
Menurutnya, keberhasilan agenda pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam membangun budaya integritas dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Ia menambahkan bahwa praktik korupsi dapat menghambat pembangunan, mengurangi efektivitas penggunaan anggaran negara, dan berdampak pada kualitas pelayanan publik. Oleh sebab itu, penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel harus terus menjadi prioritas.
Selain mendukung agenda antikorupsi, DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten juga menyatakan komitmennya mengawal berbagai program kerakyatan pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sebagai salah satu kebijakan strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Organisasi tersebut menilai pelaksanaan MBG harus dijalankan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Mahasiswa, menurut mereka, dapat berperan melalui pengawasan partisipatif untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Koordinator Lapangan, Rosihin, menyampaikan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masa depan bangsa sekaligus wujud partisipasi dalam mengawal kebijakan publik.
"Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan publik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dukungan terhadap pemerintah harus dibarengi dengan pengawasan yang objektif dan bertanggung jawab," ujarnya.
Sementara itu, orator aksi Kamila Anjaina mengajak generasi muda untuk terus aktif mengambil bagian dalam menjaga integritas bangsa melalui keterlibatan yang kritis dan konstruktif.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam memperkuat demokrasi, meningkatkan kesadaran antikorupsi, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Dalam aksi tersebut, DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten menyampaikan lima poin sikap organisasi, yakni mendukung langkah Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi dan praktik mafia, mendorong penegakan hukum yang independen dan profesional, mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis beserta program-program kerakyatan lainnya, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta menegaskan komitmen mahasiswa sebagai agent of change, social control, dan moral force dalam pembangunan nasional.
DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, mahasiswa, dan masyarakat terus diperkuat sehingga agenda pemberantasan korupsi berjalan semakin efektif, tata kelola pemerintahan semakin baik, dan seluruh program kerakyatan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
.png)








