Dialoh
2 min read288

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kokoh, Pemerintah Perkuat Sinergi Kebijakan untuk Jaga Momentum Pertumbuhan

JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa prospek ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang positif meskipun pasar global masih dibayangi berbagai tantangan. Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah, pemerintah menilai fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan didukung oleh koordinasi kebijakan yang terus diperkuat bersama berbagai pemangku kepentingan.

O

OP Admin

Published in Dialoh

Loading...
Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kokoh, Pemerintah Perkuat Sinergi Kebijakan untuk Jaga Momentum Pertumbuhan

Optimisme tersebut turut tercermin dari proyeksi sejumlah lembaga internasional yang masih mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah pun terus mendorong sinergi kebijakan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan yang berkelanjutan.

IMF Tetap Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen

Dana Moneter Internasional (IMF) masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026.

Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia dinilai memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik di tengah ketidakpastian global. Kepercayaan lembaga internasional itu menjadi salah satu indikator bahwa prospek perekonomian nasional masih dinilai positif.

Airlangga: Nilai Tukar Rupiah Belum Menggambarkan Kondisi Fundamental

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, pergerakan kurs dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika pasar keuangan global. Sementara itu, berbagai indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil sehingga fundamental ekonomi dinilai tetap terjaga.

APBN Perlu Didukung Peran Dunia Usaha dan Investasi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa APBN tidak dapat menjadi satu-satunya motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Ia menekankan pentingnya kontribusi sektor swasta, investasi, konsumsi rumah tangga, serta ekspor dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kolaborasi seluruh sektor akan membuat struktur perekonomian Indonesia menjadi lebih kuat dan tidak bergantung pada belanja pemerintah semata.

Sinergi Kebijakan Jadi Fondasi Menjaga Stabilitas Ekonomi

Pemerintah menilai koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Kolaborasi antarlembaga diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat aktivitas ekonomi domestik. Dengan sinergi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mempertahankan pertumbuhan yang sehat.

Prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga menjadi modal penting dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional. Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat kebijakan yang adaptif dan terkoordinasi agar stabilitas ekonomi tetap terpelihara serta manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles