Dialoh
•2 min read•66

Komitmen Tata Kelola APBN: Kemenkeu Sanjung Pembenahan Program MBG oleh BGN

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan apresiasi atas langkah pembenahan berkelanjutan yang terus ditingkatkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengeksekusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa efisiensi dan transparansi tata kelola BGN saat ini menjadikan pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut makin tertib dan terstruktur.

O

OP Admin

Published in Dialoh

Loading...
Komitmen Tata Kelola APBN: Kemenkeu Sanjung Pembenahan Program MBG oleh BGN

Pernyataan ini disampaikan Menkeu Suahasil Nazara saat memaparkan analisis realisasi APBN pada acara konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Penguatan Tata Kelola dan Ketepatan Sasaran Manfaat

Menkeu Suahasil menggarisbawahi bahwa perbaikan manajemen operasional di tubuh BGN berpengaruh signifikan terhadap akurasi penyaluran MBG. BGN dinilai konsisten memperbarui data dan memperbaiki alur distribusi agar makanan bergizi dapat diterima secara optimal oleh kelompok penerima yang paling membutuhkan.

Upaya penataan tata kelola ini menjamin bahwa setiap alokasi anggaran APBN dikelola secara transparan, efisien, serta membawa manfaat riil bagi kesehatan anak-anak di berbagai daerah.

Realisasi APBN Capai Rp 153,2 Triliun Bagi 57 Juta Warga

Berdasarkan catatan kinerja keuangan hingga akhir September 2026, anggaran yang terserap untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis telah menyentuh angka Rp 153,19 triliun. Penyaluran ini mencakup lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjangkau 57 juta penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.

Mengenai fleksibilitas anggaran APBN dalam menopang kebutuhan program MBG di lapangan, Menkeu Suahasil Nazara menegaskan:

"Anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan, kita akan sediakan. Saat ini telah direalisasikan Rp 153,19 triliun sampai dengan 30 September," ujar Suahasil.

Proyeksi Anggaran Pendidikan dan Dukungan Masa Depan

Di samping pemaparan MBG, Kemenkeu melaporkan realisasi anggaran fungsi pendidikan yang telah terserap sebesar Rp 574,2 triliun, di mana sebagian di antaranya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi siswa.

Untuk memperkuat fasilitas belajar dan memperluas jangkauan pendidikan gratis, pemerintah juga memproyeksikan alokasi anggaran pendidikan pada APBN 2027 dapat meningkat hingga Rp 824 triliun.

Poin Kunci Capaian Program MBG dan BGN

  • Manajemen Makin Tertib: BGN dipuji karena berhasil menghadirkan skema penyaluran MBG yang lebih transparan dan efisien.

  • Penyerapan Anggaran: Realisasi dana APBN untuk MBG mencapai Rp 153,19 triliun per 30 September 2026.

  • Jangkauan Luas: Menjangkau 57 juta penerima manfaat yang tersebar di 27 ribu SPPG seluruh Indonesia.

  • Dukungan Anggaran Adaptif: Kemenkeu memastikan fleksibilitas alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles