
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menyampaikan bahwa Presiden menempatkan aspek moralitas dan kepemimpinan pemuda sebagai fondasi paling mendasar.
Karakter Bangsa Di atas Pembangunan Fisik dan Teknologi
Pemerintah menegaskan bahwa tolok ukur kemajuan nasional tidak hanya terletak pada megahnya infrastruktur atau tingginya penguasaan teknologi, melainkan pada kualitas mentalitas generasi penerusnya.
"Negara menempatkan karakter anak muda sebagai titik awal kemajuan, mendahului gedung, teknologi, dan kekayaan," tegas Syahganda Nainggolan dalam keterangannya di Jakarta.
Wujud Patriotisme Modern Melalui Kontribusi Nyata
Presiden Prabowo mendorong agar semangat patriotisme tidak sekadar menjadi jargon, melainkan diwujudkan dalam karya nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.
Syahganda menjelaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air saat ini dibuktikan melalui integritas dan dedikasi di berbagai ranah, mulai dari dunia akademis, pembangunan pelosok desa, aktivitas kewirausahaan, hingga inovasi di ruang digital.
Integrasi Sikap Gigih dan Empati Sosial Sebagai Pilar Pemuda
Selain jiwa patriotik, karakter gigih pantang menyerah dan kepedulian sosial (empati) menjadi kualifikasi mutlak bagi pemuda dalam menghadapi dinamika global.
Generasi muda diharapkan berani memasang target dan cita-cita tinggi, tidak goyah saat diterpa kegagalan, serta senantiasa memiliki rasa kepekaan untuk membantu sesama elemen masyarakat.
Menyongsong Puncak Satu Abad Sumpah Pemuda 2028
Dua tahun menjelang perayaan bersejarah 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028, Pemerintah mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk mempererat tali persatuan. Semangat gotong royong dan kolaborasi antar-elemen bangsa menjadi modal utama membawa Indonesia menuju pentas dunia.
.png)











