
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand memiliki posisi strategis sebagai dua kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara. Oleh karena itu, hubungan bilateral dinilai perlu terus diperkuat agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mendukung stabilitas kawasan.
Peta Jalan Kemitraan Lima Tahun Disepakati
Salah satu hasil penting dalam pertemuan tersebut adalah pengesahan Thailand–Indonesia Strategic Partnership Plan 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi pedoman bagi kedua negara dalam mengembangkan kerja sama yang lebih terarah pada bidang keamanan, ekonomi, sosial, dan kebudayaan selama lima tahun ke depan.
Melalui kerangka tersebut, pemerintah Indonesia dan Thailand akan meningkatkan koordinasi antarkementerian serta mempercepat implementasi berbagai program prioritas yang telah disepakati.
Mendorong Perdagangan dan Investasi yang Lebih Dinamis
Di sektor ekonomi, Presiden Prabowo dan PM Anutin menaruh perhatian pada peningkatan perdagangan bilateral dan investasi. Kedua negara melihat masih terbuka ruang yang luas untuk memperkuat hubungan bisnis, memperbesar arus investasi, serta mengembangkan rantai pasok industri yang saling melengkapi.
Kerja sama ekonomi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur, industri bernilai tambah, dan investasi produktif yang mampu meningkatkan daya saing kawasan ASEAN di tengah perlambatan ekonomi global.
Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
Selain perdagangan, kedua pemimpin membahas pentingnya memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan global. Indonesia dan Thailand sepakat memperluas kerja sama pertanian melalui peningkatan produktivitas, pertukaran teknologi, riset, serta pengembangan perdagangan komoditas strategis.
Di samping itu, kedua negara juga membuka peluang kerja sama pada sektor energi dan transisi menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi jangka panjang.
Tingkatkan Kerja Sama Keamanan
Pertemuan bilateral turut menghasilkan komitmen untuk mempererat kerja sama keamanan, terutama dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkotika, kejahatan siber, hingga penipuan daring yang melibatkan jaringan internasional.
Indonesia dan Thailand menilai penguatan koordinasi antarlembaga penegak hukum menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.
Peran ASEAN Kembali Ditegaskan
Dalam pembahasan isu regional, Presiden Prabowo dan PM Anutin menegaskan kembali pentingnya menjaga sentralitas ASEAN sebagai forum utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kawasan secara damai dan melalui dialog.
Kedua negara berpandangan bahwa kerja sama antaranggota ASEAN perlu terus diperkuat agar kawasan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang stabil, terbuka, dan mampu menghadapi perubahan geopolitik global secara kolektif.
Hubungan Indonesia–Thailand Masuki Babak Baru
Hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih komprehensif. Penguatan kemitraan strategis lima tahun, peningkatan perdagangan dan investasi, kerja sama ketahanan pangan, energi, keamanan, serta koordinasi di tingkat ASEAN menjadi fondasi baru bagi hubungan Indonesia–Thailand.
Kesepakatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara sekaligus memberikan kontribusi terhadap stabilitas dan kemajuan kawasan Asia Tenggara. Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia dan Thailand menegaskan bahwa kolaborasi, dialog, dan kemitraan strategis tetap menjadi pendekatan utama dalam membangun kawasan yang tangguh dan berdaya saing.
.png)







