Dialoh
•3 min read•44

Berlandaskan Doktrin Bebas-Aktif, Indonesia Resmi Pencalonan Diri di Dewan Keamanan PBB

JAKARTA — Indonesia secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2029–2030.

O

OP Admin

Published in Dialoh

Loading...
Berlandaskan Doktrin Bebas-Aktif, Indonesia Resmi Pencalonan Diri di Dewan Keamanan PBB

Pengumuman strategis tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Menlu Sugiono membawa kembali pesan utama Presiden Prabowo Subianto dengan mengandalkan diplomasi bebas-aktif, rekam jejak misi kemanusiaan, serta kontribusi aktif terhadap perdamaian dunia sebagai pijakan utama pencalonan ini.

Sugiono Umumkan Pencalonan Indonesia di PBB

Pengumuman pencalonan Indonesia disampaikan Menlu Sugiono secara langsung di hadapan para delegasi negara peserta Sidang Majelis Umum PBB. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen berkelanjutan Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam pembahasan mengenai stabilitas, perdamaian, dan keamanan internasional. Pengalaman panjang Indonesia dalam mempraktikkan diplomasi bebas-aktif serta keterlibatan konsisten dalam aksi kemanusiaan global menjadi dasar kuat dalam penggalangan dukungan ini.

“Yang Mulia Presiden, dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” ujar Sugiono menegaskan kesiapan Indonesia di podium PBB.

Bawa Pesan Prabowo: Dunia Harus Semakin Mendekat

Dalam pidatonya, Menlu Sugiono turut mengingatkan kembali amanat penting yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada forum PBB sebelumnya. Indonesia bertekad mendorong persatuan, memajukan agenda perdamaian dunia, memulihkan kepercayaan pada tatanan multilateralisme, serta mempertahankan ruang dialog yang inklusif antarnegara. Pesan ini mempertegas arah diplomasi Indonesia yang selalu menekankan hubungan terbuka dengan seluruh mitra internasional.

“Satu tahun yang lalu, Presiden Prabowo Subianto menyerukan agar kita semakin mendekat, bukan justru menjauh satu sama lain. Hari ini, saya meneruskan seruan tersebut,” kata Sugiono menyampaikan amanat kepemimpinan nasional.

Indonesia Janjikan Dialog Terbuka Jika Terpilih

Apabila nantinya diberikan mandat dan kepercayaan menduduki posisi anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia berkomitmen untuk merangkul seluruh pihak tanpa membeda-bedakan blok kekuatan. Penegakan hukum internasional dan Piagam PBB dipastikan akan terus menjadi pijakan utama dalam menjaga ketertiban serta menyelesaikan berbagai potensi konflik global secara adil.

“Indonesia akan berupaya menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesamaan pandangan, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata,” tegas Sugiono menguraikan pendekatan diplomasi Indonesia.

Prinsip Bebas Aktif Jadi Landasan Diplomasi

Prinsip politik luar negeri bebas-aktif kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam pencalonan ini. Landasan ini memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk membangun hubungan baik dengan semua negara tanpa harus terikat pada kepentingan geopolitik kekuatan tertentu. Pendekatan independen ini selaras dengan prinsip diplomasi yang dibawa pemerintah untuk selalu terbuka dan proaktif memperluas kemitraan internasional.

"Seribu Kawan Masih Terlalu Sedikit"

Menlu Sugiono juga mengutip filosofi diplomasi penting dari Presiden Prabowo mengenai pentingnya memperbanyak jalinan persahabatan serta mengeliminasi permusuhan di tingkat internasional.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto di podium ini pada tahun lalu: seribu kawan masih terlalu sedikit, dan satu musuh sudah terlalu banyak,” kutip Sugiono.

Pedoman ini menjadi komitmen Indonesia untuk terus menjangkau berbagai kemitraan di forum-forum strategis seperti ASEAN, G20, D-8, BRICS, MIKTA, hingga PBB guna menghasilkan kerja sama berdampak nyata.

Indonesia Ingin Perkuat Peran di Sistem Multilateral

Selain membawa misi perdamaian, pencalonan Indonesia juga menjadi sarana penguatan terhadap efektivitas sistem multilateralisme. Indonesia memandang pentingnya membangun kembali rasa saling percaya dan memastikan hukum internasional dipatuhi bersama. Kehadiran Indonesia di DK PBB diharapkan dapat menjembatani perbedaan dan merubah norma menjadi kerja sama konkret.

Menuju Kursi DK PBB Periode 2029-2030

Proses pencalonan periode 2029–2030 ini nantinya akan ditentukan melalui sistem pemungutan suara resmi oleh Majelis Umum PBB. Berbekal pengalaman diplomasi dan kontribusi nyata dalam misi pemeliharaan perdamaian, Indonesia optimistis mampu menjalankan amanat tersebut secara optimal jika dipercaya oleh dunia internasional.

Pesan Perdamaian Jadi Bagian Utama Pencalonan

Pernyataan resmi Menlu Sugiono memperlihatkan bahwa pesan persatuan dan kesetaraan dialog menjadi inti dari kampanye diplomasi Indonesia. Melalui upaya ini, Indonesia tidak hanya menunjukkan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan semua negara, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai penggerak utama terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia yang inklusif.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles