
JAKARTA — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan nasional. Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan rencana penggratisan biaya studi di sekolah negeri dan perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas SDM di seluruh daerah.
Inisiatif tersebut dirancang untuk menghilangkan hambatan ekonomi masyarakat dalam mengakses fasilitas pendidikan formal berkualitas.
Pemerataan Layanan dan Pengurangan Beban Masyarakat
Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya memastikan seluruh anak bangsa memiliki kesempatan setara untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang tinggi. Pembebasan biaya sekolah dan kuliah di lembaga negeri diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus mencegah potensi putus sekolah.
Langkah ini juga menjadi fondasi penting bagi penciptaan kesetaraan sosial di sektor pendidikan.
Penguatan Tata Kelola APBN dan Efisiensi Anggaran
Guna mendukung keberlanjutan program pembebasan biaya ini, pemerintah mengoptimalkan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam APBN. Pendanaan akan ditopang melalui efisiensi belanja negara serta optimalisasi pendapatan dari sektor perpajakan dan PNBP.
Pengelolaan anggaran diarahkan secara tepat sasaran agar dapat menutupi seluruh kebutuhan operasional sekolah dan kampus negeri secara konsisten.
Pembangunan SDM Berdaya Saing Global
Program pendidikan gratis di lembaga negeri merupakan bagian mendasar dari visi pemerintah menuju era Indonesia Emas. Dengan memberikan kemudahan akses hingga Perguruan Tinggi Negeri, pemerintah menargetkan terciptanya tenaga kerja terdidik yang siap bersaing dalam skala global.
.png)








