
Herindra menyampaikan pesan tersebut dalam agenda ramah tamah bersama para atlet dan orang tua di Pelatnas Tim Nasional Esports Indonesia. Ia mengingatkan bahwa persaingan di Asian Games membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan bermain, tetapi juga kondisi fisik dan mental.
Herindra Minta Atlet Tidak Kehilangan Fokus
Menjelang pertandingan, Herindra meminta para atlet menjaga kondisi tubuh, kesiapan mental, serta kemampuan mengendalikan emosi. Menurut pesan yang disampaikannya, fokus harus tetap dipertahankan ketika atlet mulai menghadapi pertandingan resmi.
“Seluruh Atlet harus menjaga kondisi fisik dan mental, mengelola emosi, serta tetap fokus menghadapi setiap pertandingan. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan berikan kemampuan terbaik untuk Indonesia di Asian Games 2026,” ujar Herindra.
Pesan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum atlet meninggalkan Pelatnas dan menjalani pertandingan di Jepang. Pada tahap ini, latihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga kesiapan atlet agar dapat tampil secara konsisten.
Persiapan Panjang Kini Memasuki Tahap Pertandingan
Timnas Esports Indonesia telah menjalani rangkaian pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2026. Proses tersebut mencakup latihan teknis, pematangan strategi, evaluasi, serta berbagai persiapan pendukung bagi atlet.
Herindra sebelumnya turun langsung meninjau Pelatnas dan berkomunikasi dengan para atlet mengenai kesiapan mereka. Dari hasil peninjauan tersebut, ia menyampaikan bahwa persiapan tim telah berjalan maksimal.
“Persiapan saya pikir sudah sangat maksimal, ya. Tadi saya sudah langsung tanya ke atlet, semua sudah semangat,” kata Herindra.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu proses pembinaan dan pelatihan para atlet. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kontingen Indonesia.
Indonesia Bidik Delapan Medali
PB ESI menetapkan target delapan medali dari delapan nomor yang diikuti Timnas Esports Indonesia. Sasaran tersebut terdiri atas satu emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Nomor eFootball menjadi target untuk medali emas. Sementara itu, tiga medali perak ditargetkan melalui PUBG Mobile, Mobile Legends: Bang-Bang, dan Gran Turismo 7.
Untuk target empat medali perunggu, PB ESI mengarahkan sasaran kepada Honor of Kings, Naraka: Bladepoint, Pokémon Unite, dan Identity V. Target tersebut menjadi acuan yang dibawa kontingen esports Indonesia menuju Aichi-Nagoya.
eFootball Menjadi Sasaran Utama untuk Emas
Dari delapan nomor yang diikuti, eFootball mendapat target khusus sebagai penyumbang medali emas. Herindra sebelumnya menyampaikan sasaran tersebut ketika menjelaskan target Timnas Esports Indonesia.
“Dari delapan gim yang kami ikuti, target minimal dapat satu emas, tiga perak, dan empat perunggu,” ujar Herindra.
Target tersebut merupakan sasaran yang telah disiapkan PB ESI. Selain berupaya memenuhi target, para atlet juga diharapkan mampu mencatatkan hasil yang lebih tinggi apabila peluang terbuka selama pertandingan berlangsung.
Kesiapan Mental Menjadi Bagian dari Strategi
Pertandingan esports membutuhkan konsentrasi dan pengambilan keputusan dalam waktu singkat. Karena itu, kesiapan mental menjadi bagian yang turut diperhatikan selama persiapan Timnas Esports Indonesia.
Pengelolaan emosi menjadi salah satu pesan Herindra kepada atlet. Kemampuan mempertahankan ketenangan ketika menghadapi tekanan pertandingan dapat membantu atlet tetap menjalankan strategi yang telah disiapkan selama Pelatnas.
Pada fase akhir persiapan, atlet juga diminta menjaga kebugaran. Intensitas latihan perlu disesuaikan dengan kondisi fisik agar atlet memasuki pertandingan dalam keadaan siap.
Dukungan Ekosistem Mengiringi Persiapan
Pelaksanaan Pelatnas Timnas Esports Indonesia juga mendapat dukungan dari berbagai unsur ekosistem esports. PB ESI menyebut dukungan datang dari sponsor, game publisher, klub esports, serta sejumlah pihak lain yang terlibat dalam persiapan kontingen.
Dukungan tersebut membantu menyediakan berbagai kebutuhan selama proses pemusatan latihan. Kolaborasi antara federasi, atlet, pelatih, klub, publisher, sponsor, dan unsur pendukung lainnya menjadi bagian dari proses mempersiapkan atlet menuju kompetisi internasional.
Bonus Tambahan Disiapkan Jika Target Terlampaui
PB ESI juga menyiapkan bonus tambahan bagi atlet yang mampu melampaui target yang telah ditetapkan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Apresiasi tersebut disiapkan untuk memberikan penghargaan terhadap pencapaian atlet selama kompetisi. Namun, menjelang pertandingan, Herindra tetap mengarahkan perhatian atlet pada persiapan dan performa di arena.
Target medali menjadi sasaran bersama, sementara pertandingan menjadi tahap pembuktian dari seluruh proses latihan yang telah dilakukan.
Membawa Nama Indonesia ke Arena Asia
Asian Games 2026 menjadi kesempatan bagi para atlet esports Indonesia untuk tampil di panggung olahraga multinasional. Mereka akan menghadapi atlet dari berbagai negara dengan pengalaman dan kemampuan yang berbeda.
Karena itu, pesan Herindra mengenai fisik, mental, emosi, dan fokus menjadi bagian dari persiapan sebelum pertandingan dimulai. Kemampuan teknis yang telah diasah selama Pelatnas harus berjalan bersama kesiapan menghadapi tekanan kompetisi.
Kini, seluruh persiapan tersebut akan dibawa ke Aichi-Nagoya. Dengan target satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu, Timnas Esports Indonesia bersiap menjalani pertandingan dalam delapan nomor.
Bagi para atlet, Asian Games 2026 menjadi momentum untuk menerapkan hasil latihan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka di tingkat Asia. Sementara bagi PB ESI, ajang tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam pembinaan dan pengembangan prestasi esports Indonesia.
.png)










