Dialoh
3 min read475

Kemhan Ubah Total Konsep Latsarmil SPPI, Kini Fokus pada Bela Negara dan Kompetensi Manajerial

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan perubahan menyeluruh terhadap pola pembinaan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program yang sebelumnya dikenal sebagai Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini resmi diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial sebagai hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan sebelumnya.

O

OP Admin

Published in Dialoh

Loading...
Kemhan Ubah Total Konsep Latsarmil SPPI, Kini Fokus pada Bela Negara dan Kompetensi Manajerial

Perubahan tersebut diputuskan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi komprehensif terhadap penyelenggaraan pelatihan. Evaluasi dilakukan menyusul sejumlah insiden yang terjadi selama pendidikan serta untuk memastikan materi pembekalan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta yang dipersiapkan sebagai calon pengelola koperasi, bukan sebagai personel militer.

Pendekatan Militer Diganti dengan Pembinaan Karakter

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa istilah Latihan Dasar Kemiliteran tidak lagi digunakan dalam program SPPI.

Sebagai gantinya, peserta akan mengikuti Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, integritas, disiplin, dan kemampuan mengelola organisasi.

Perubahan tersebut mencerminkan penyesuaian tujuan program agar lebih selaras dengan tugas lulusan SPPI sebagai penggerak pembangunan dan pengelola koperasi di daerah.

Materi Pelatihan Disesuaikan

Kemhan juga melakukan penyesuaian terhadap kurikulum pelatihan.

Berbagai materi yang sebelumnya identik dengan latihan dasar kemiliteran dikurangi, termasuk kegiatan latihan menembak yang tidak lagi menjadi bagian dari pembekalan.

Porsi latihan fisik juga disesuaikan agar lebih proporsional dengan kondisi peserta yang berasal dari kalangan sipil, sehingga pelatihan tetap membangun disiplin dan ketahanan mental tanpa menerapkan pola pendidikan militer secara penuh.

Perkuat Nilai Bela Negara dan Kepemimpinan

Dalam format baru, peserta akan memperoleh materi mengenai bela negara, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, etika organisasi, komunikasi, kerja sama tim, hingga pengambilan keputusan.

Selain pembinaan karakter, peserta juga dibekali keterampilan manajerial yang dinilai penting untuk mendukung tugas mereka dalam mengelola koperasi secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Kemhan menilai kombinasi pembentukan karakter dan kemampuan manajemen akan lebih relevan dibandingkan pendekatan yang berorientasi pada aspek kemiliteran.

Evaluasi Menyeluruh Jadi Dasar Perubahan

Perubahan konsep pelatihan dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan program, mulai dari proses seleksi peserta, pemeriksaan kesehatan, metode pelatihan, hingga mekanisme pengawasan selama pendidikan berlangsung.

Evaluasi tersebut bertujuan memperbaiki sistem pembinaan sekaligus meningkatkan standar keselamatan peserta agar pelaksanaan program ke depan berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan.

Keselamatan Peserta Menjadi Perhatian Utama

Dalam konsep baru, aspek kesehatan dan keselamatan peserta menjadi salah satu prioritas utama.

Kemhan mendorong penguatan pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan, pemantauan kondisi fisik selama kegiatan berlangsung, serta peningkatan kesiapan tenaga medis dan prosedur penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pelatihan yang lebih aman tanpa mengurangi tujuan pembentukan karakter peserta.

Mendukung Penguatan SDM Pengelola Koperasi

Program SPPI tetap diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

Melalui pendekatan baru yang menggabungkan nilai bela negara dengan kemampuan manajerial, pemerintah berharap lulusan program memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan tata kelola yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan koperasi sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles