Dialoh
5 min read396

Kinerja BUMN Melesat di Semester I 2026, Transformasi Danantara Mulai Tunjukkan Hasil Nyata

JAKARTA – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada semester I 2026 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pertumbuhan laba di berbagai sektor strategis menjadi salah satu indikator yang memperlihatkan bahwa agenda konsolidasi dan transformasi BUMN di bawah Danantara mulai menghasilkan capaian yang terukur.

O

OP Admin

Published in Dialoh

Loading...
Kinerja BUMN Melesat di Semester I 2026, Transformasi Danantara Mulai Tunjukkan Hasil Nyata

Data yang dihimpun dalam laporan keuangan semester I 2026 memperlihatkan peningkatan laba di sektor pertambangan, pupuk, semen, perkebunan, jasa keuangan, logistik, perbankan, hingga energi bersih. Bahkan, sejumlah BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian berhasil membalikkan kinerja menjadi laba.

Capaian tersebut menjadi modal positif bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam agenda memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, dan memastikan aset negara memberikan nilai ekonomi yang semakin besar.

BUMN Papan Atas Tetap Menjadi Penggerak Utama

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, melihat performa positif masih terlihat pada sejumlah BUMN papan atas.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut tetap menjadi motor penting bagi pendapatan dan profit BUMN secara keseluruhan.

"Menurut saya kinerja solid masih ditunjukan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," ujar Toto, Selasa (11/8).

Toto juga menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan kinerja perusahaan negara melalui proses streamlining, yakni penataan dan konsolidasi BUMN agar struktur perusahaan menjadi semakin efektif dan efisien.

"Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," lanjut Toto.

PT Timah Jadi Salah Satu Sorotan Utama

Salah satu capaian paling mencolok berasal dari PT Timah.

Pada semester I 2026, perusahaan tambang tersebut mencatat laba bersih Rp2,71 triliun, melonjak 804,7 persen dibandingkan Rp300 miliar pada semester I 2025.

Lonjakan tersebut menjadi pertumbuhan laba paling dramatis dalam daftar BUMN yang disajikan dalam laporan tersebut.

Perubahan kinerja tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana perusahaan negara di sektor strategis dapat memperbaiki performanya di tengah proses transformasi.

Pupuk Indonesia dan Semen Indonesia Ikut Mencatat Pertumbuhan Tinggi

Kinerja positif juga terlihat pada sektor industri strategis.

PT Pupuk Indonesia membukukan laba bersih Rp8,51 triliun, meningkat 253 persen dari Rp2,41 triliun pada semester I 2025.

Sementara itu, PT Semen Indonesia mencatat laba Rp193,46 miliar, tumbuh 196,5 persen dibandingkan Rp65,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sektor perkebunan, PT Agrinas Palma Nusantara membukukan laba Rp890 miliar atau meningkat 150 persen dari Rp356 miliar.

Pertumbuhan pada beberapa sektor sekaligus menunjukkan bahwa capaian positif BUMN tidak hanya terkonsentrasi pada satu bidang usaha.

Sektor Keuangan dan Logistik Terus Menguat

Performa positif juga terlihat di sektor jasa keuangan dan logistik.

PT Pegadaian mencatat laba Rp6,59 triliun, naik 84,6 persen dari Rp3,57 triliun.

Kemudian PT Pelindo membukukan laba Rp2,57 triliun, tumbuh 60,4 persen dibandingkan Rp1,60 triliun.

Sementara itu, PTPN IV PalmCo mencatat laba Rp3,23 triliun, meningkat 54 persen, sedangkan Bank Tabungan Negara (BTN) membukukan laba Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8 persen.

Kinerja Bank Mandiri juga menunjukkan pertumbuhan. Laba bank pelat merah tersebut mencapai Rp30,41 triliun, meningkat 24,3 persen dari Rp24,46 triliun.

Di sektor energi bersih, PT Pertamina Geothermal Energy mencatat laba US$79,61 juta, naik 15,5 persen dari US$68,93 juta.

Dua BUMN Berhasil Membalikkan Kerugian

Salah satu perkembangan yang paling penting adalah keberhasilan sejumlah BUMN memperbaiki posisi keuangannya.

PT Krakatau Steel, yang sebelumnya mengalami kerugian sekitar Rp1,74 triliun, berhasil berbalik menjadi laba sekitar Rp150–185 miliar.

Hal serupa terjadi pada PT Kimia Farma. Setelah sebelumnya mengalami kerugian Rp135,61 miliar, perusahaan tersebut berhasil mencatat laba Rp54,07 miliar pada semester I 2026.

Perubahan dari posisi rugi menjadi laba menjadi catatan penting karena menunjukkan bahwa upaya perbaikan kinerja juga menyentuh perusahaan yang sebelumnya menghadapi tekanan cukup berat.

Transformasi BUMN Mulai Masuk Tahap Pembuktian

Rangkaian capaian tersebut memberikan gambaran positif bagi agenda transformasi BUMN.

Konsolidasi, penataan perusahaan, disiplin operasional, dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari upaya agar perusahaan negara dapat bekerja lebih efektif.

Data semester I 2026 memberikan indikator konkret berupa pertumbuhan laba di berbagai perusahaan negara. Namun, momentum tersebut tetap perlu dijaga melalui proses pembenahan yang konsisten.

Dorongan untuk mempercepat streamlining menjadi salah satu catatan penting agar peningkatan efisiensi dapat terus berlanjut.

Bukan Sekadar Angka Laba

Pertumbuhan laba tentu menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan perusahaan. Namun, peran BUMN jauh lebih luas daripada sekadar menghasilkan keuntungan.

Perusahaan negara juga memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional, baik melalui penyediaan layanan, pengelolaan aset, penciptaan lapangan kerja, maupun dukungan terhadap berbagai sektor produktif.

Karena itu, semakin sehat kondisi BUMN, semakin besar pula ruang bagi perusahaan negara untuk memberikan kontribusi ekonomi secara berkelanjutan.

Momentum Positif bagi Pemerintahan Prabowo

Rangkaian kinerja tersebut menjadi modal positif menjelang tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo.

Perbaikan laba di berbagai sektor, ditambah keberhasilan beberapa BUMN membalikkan kerugian, memberikan gambaran bahwa agenda pembenahan perusahaan negara mulai menghasilkan capaian yang dapat diukur.

Tantangan berikutnya adalah memastikan tren tersebut tidak berhenti pada laporan semester pertama. Efisiensi, streamlining, tata kelola, dan daya saing harus terus diperkuat agar kinerja BUMN semakin konsisten.

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi BUMN akan terlihat dari kemampuan perusahaan negara mengelola aset secara profesional, meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan menghasilkan nilai ekonomi yang semakin besar bagi Indonesia.


Data Kinerja BUMN Semester I 2025–2026

BUMN

Semester I 2025

Semester I 2026

Pertumbuhan

PT Timah

Rp300 miliar

Rp2,71 triliun

804,7%

PT Pupuk Indonesia

Rp2,41 triliun

Rp8,51 triliun

253%

PT Semen Indonesia

Rp65,24 miliar

Rp193,46 miliar

196,5%

PT Agrinas Palma Nusantara

Rp356 miliar

Rp890 miliar

150%

PT Pegadaian

Rp3,57 triliun

Rp6,59 triliun

84,6%

PT Pelindo

Rp1,60 triliun

Rp2,57 triliun

60,4%

PTPN IV PalmCo

Rp2,10 triliun

Rp3,23 triliun

54%

BTN

Rp1,70 triliun

Rp2,40 triliun

40,8%

Bank Mandiri

Rp24,46 triliun

Rp30,41 triliun

24,3%

Pertamina Geothermal Energy

US$68,93 juta

US$79,61 juta

15,5%

PT Krakatau Steel

Rugi ±Rp1,74 triliun

Laba ±Rp150–185 miliar

Berbalik positif

PT Kimia Farma

Rugi Rp135,61 miliar

Laba Rp54,07 miliar

Berbalik positif

Sumber data dan kutipan: artikel Kumparan, 12 Agustus 2026.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles