
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon bertemu Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran Mohsen Javadi di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting dan membahas peluang pengembangan kerja sama kebudayaan Indonesia-Iran.
Hubungan Budaya Indonesia-Iran Terus Dikembangkan
Fadli Zon menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Iran di bidang kebudayaan telah berlangsung cukup lama.
Menurutnya, hubungan yang telah terbentuk tersebut perlu diperkuat melalui berbagai program yang lebih konkret.
"Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang telah terjalin lama, khususnya di bidang kebudayaan. Kita perlu memperbarui dan memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama yang semakin konkret," ujar Fadli dalam keterangan tertulis.
Salah satu agenda yang dibahas adalah kelanjutan Cultural Exchange Programme Indonesia-Iran 2023-2026 yang akan segera berakhir.
Kedua negara melihat momentum tersebut sebagai kesempatan untuk menyusun kerangka kerja sama baru.
Produksi Film Bersama Jadi Peluang
Perfilman menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama baru tersebut.
Fadli mendorong adanya produksi film bersama antara sineas Indonesia dan Iran.
Selain produksi bersama, pertukaran antarsineas juga dinilai dapat memperluas hubungan industri perfilman kedua negara.
Film dinilai dapat menjadi sarana diplomasi budaya karena mampu membawa cerita, nilai, dan identitas masyarakat kepada penonton lintas negara.
Hubungan kedua negara di bidang film juga telah memiliki contoh sebelumnya melalui adaptasi film Iran "Children of Heaven" di Indonesia.
"Kerja sama perfilman menjadi salah satu bidang yang dapat kita prioritaskan. Ke depan, kita dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang produksi bersama antara sineas kedua negara," tutur Fadli.
Iran Undang Indonesia ke Pameran Buku
Sektor sastra turut menjadi bagian dalam pembahasan bilateral.
Pemerintah Iran mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Tehran International Book Fair.
Iran juga menawarkan kerja sama penerjemahan karya sastra Persia dan karya internasional ke dalam bahasa Persia.
Indonesia menyambut baik tawaran tersebut dan membuka peluang untuk ikut serta dalam penyelenggaraan pameran buku tersebut.
Kerja sama penerjemahan diharapkan dapat menjadi sarana memperluas akses pembaca di kedua negara terhadap karya sastra masing-masing.
Warisan Budaya Jadi Bagian Kerja Sama
Indonesia dan Iran juga membahas kerja sama mengenai warisan budaya, terutama dalam kerangka UNESCO.
Fadli mengapresiasi kontribusi Iran dalam kerja UNESCO dan mendorong hubungan yang semakin erat setelah Indonesia terpilih sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026-2030.
Indonesia turut menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam perluasan nominasi multinasional Tradition of Iftar.
Selain itu, kedua pihak membuka peluang untuk menjajaki nominasi multinasional lainnya.
Pertukaran Budaya dan Wisata
Kerja sama juga diarahkan pada penyelenggaraan pekan budaya dan berbagai program pertukaran.
Kegiatan tersebut dapat mempertemukan seniman, pekerja budaya, lembaga pendidikan, serta pelaku industri kreatif dari kedua negara.
Pertukaran budaya juga berpotensi mendukung pengembangan wisata berbasis kebudayaan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Indonesia dan Iran dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengenal tradisi dan karya budaya masing-masing.
Iran Sambut Kerangka Kerja Sama Baru
Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran Mohsen Javadi menyambut baik rencana pembaruan kerja sama kebudayaan.
Ia menilai berakhirnya Cultural Exchange Programme 2023-2026 dapat menjadi momentum untuk memperluas inisiatif baru.
Javadi juga menilai Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan serta hubungan budaya yang kuat.
Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui berbagai bidang, termasuk film, sastra, musik, pendidikan, dan wisata budaya.
Memperkuat Hubungan Antarmasyarakat
Kerja sama kebudayaan Indonesia dan Iran tidak hanya diarahkan pada hubungan antarpemerintah.
Pengembangan film, sastra, pendidikan, industri kreatif, dan pertukaran budaya dapat membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat.
Kedua negara berkomitmen menindaklanjuti pembahasan tersebut agar dapat menghasilkan program kerja sama yang lebih konkret.
Diplomasi budaya melalui karya film, buku, seni, serta warisan budaya diharapkan dapat menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan Indonesia dan Iran dalam jangka panjang.
.png)







