Dialoh
•2 min read•66

Satu Suara Redam Kabut Asap: Menlu Singapura Sanjung Komitmen Prabowo Usut Korporasi Karhutla

JAKARTA — Komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menegakkan hukum terhadap korporasi yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai apresiasi tinggi dari Pemerintah Singapura. Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menilai fokus Indonesia pada upaya pencegahan merupakan langkah konkret dan berdampak jangka panjang bagi stabilitas lingkungan kawasan.

O

OP Admin

Published in Dialoh

Loading...
Satu Suara Redam Kabut Asap: Menlu Singapura Sanjung Komitmen Prabowo Usut Korporasi Karhutla

Pengakuan tersebut ditegaskan usai dialog bilateral antara Menlu Vivian Balakrishnan bersama Menlu RI Arrmanatha Nasir di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Singapura Siagakan Seluruh Otoritas Hukum Tindak Perusahaan Pelanggar

Merespons komitmen Pemerintah Indonesia, Menlu Vivian menegaskan bahwa Singapura siap menjatuhkan sanksi tanpa kompromi terhadap korporasi yang terbukti lalai dan terlibat karhutla, termasuk entitas bisnis yang terdaftar di Singapura. Singapura bakal mengerahkan instrumen hukum, regulasi, hingga sanksi ekonomi untuk memberikan efek jera yang nyata.

Pembentukan Joint Task Force Akselerasi Koordinasi Teknis Lintas Batas

Sebagai tindak lanjut dari usulan Pemerintah Indonesia, kedua negara menyepakati pembentukan Satuan Tugas Bersama (Joint Task Force). Kehadiran Joint Task Force ini difungsikan untuk mempercepat arus pertukaran informasi titik panas (hotspot), menyelaraskan pemantauan lapangan, dan mengkoordinasikan tindakan hukum secara terpadu.

Pilar Kemitraan Strategis Menyambut 60 Tahun Hubungan Diplomatik

Penguatan kolaborasi penanganan karhutla ini menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menyambut 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura pada tahun 2027. Hubungan erat yang dibangun di atas prinsip kepercayaan dan mutualisme ini menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai tantangan ekologis kawasan.

Peran Kunci Indonesia Mengawal Sentralitas dan Ketahanan ASEAN

Mengingat Singapura akan memegang Keketuaan ASEAN pada 2027, Menlu Vivian menggarisbawahi posisi historis Indonesia sebagai motor penggerak stabilitas regional. Kerja sama erat antara Jakarta dan Singapura dipandang vital untuk memperkuat persatuan, sentralitas, dan ketahanan ekologis ASEAN menghadapi ancaman bencana iklim.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles