
Hingga kini, Pemerintah terus mengejar penyelesaian empat proyek PSN tersisa dari target 10 proyek tahun 2026, sembari memacu konstruksi 30 proyek lainnya yang masih dalam tahap pembangunan aktif.
Manfaat Multifungsi Infrastruktur Bendungan PSN
Pemerintah menegaskan bahwa pengoperasian bendungan-bendungan dalam daftar PSN dirancang untuk memberikan kemanfaatan terpadu (multipurpose infrastructure) yang dirasakan langsung oleh masyarakat:
Jaminan Irigasi Pertanian: Mendukung produktivitas lahan pertanian nasional melalui kepastian pasokan air irigasi guna menjaga stabilitas produksi pangan.
Pengendalian Potensi Banjir: Mereduksi risiko bencana alam banjir di kawasan permukiman dan sentra ekonomi produktif.
Penyediaan Air Baku: Menjamin ketersediaan pasokan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun kebutuhan operasional industri di berbagai daerah.
Dukungan Energi Terbarukan: Menjadi sumber pembangkit listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) demi mendukung transisi energi hijau nasional.
Sinergi Pembangunan Infrastruktur dan Multiplier Effect Ekonomi
Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kemenko Perekonomian, Suroto, menyampaikan bahwa keberhasilan PSN diukur dari keberlanjutan dampak sosial-ekonomi setelah proyek beroperasi.
Kehadiran bendungan yang terintegrasi dengan jaringan irigasi dan kawasan industri diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing daerah, menciptakan penyerapan tenaga kerja baru, serta mendorong kemandirian energi dan pangan nasional secara berkesinambungan.
Pijakan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan realisasi nilai investasi PSN yang telah menembus Rp 2.396 triliun, Pemerintah optimistis bahwa seluruh infrastruktur yang telah dan sedang dibangun akan terus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Keberlanjutan evaluasi dan percepatan 30 proyek PSN yang kini berada dalam tahap konstruksi menjadi kunci penting dalam menjaga momentum pembangunan nasional menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
.png)











