Dialoh
4 min read180

KAMMI Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Narasi “Sell Indonesia”, Tegaskan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

JAKARTA – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi “Sell Indonesia” yang belakangan ramai beredar di media sosial dan berbagai platform digital. Organisasi mahasiswa tersebut menilai masyarakat perlu tetap tenang, kritis, serta mengedepankan kepentingan nasional di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang semakin kompleks.

O

OP Admin

Published in Dialoh

Loading...
KAMMI Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Narasi “Sell Indonesia”, Tegaskan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Stabilitas Nasional

Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menilai narasi pesimistis terhadap Indonesia tersebut perlu disikapi secara proporsional dan tidak dijadikan alasan untuk menciptakan keresahan maupun tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

"Isu 'Indonesia Sell' itu narasi usang yang diputarbalikkan. Faktanya, kebijakan ekonomi kita saat ini mulai dari hilirisasi, penguatan energi domestik, hingga reformasi fiskal untuk mencapai target pertumbuhan tinggi justru membuat agen-agen ekonomi asing cemas karena mereka tidak bisa lagi mendikte Indonesia," ujar Ahmad Jundi Khalifatullah.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat perkembangan ekonomi nasional secara lebih objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berkembang tanpa memahami konteks yang lebih luas.

KAMMI: Jangan Sampai Isu Ekonomi Memicu Provokasi dan Tindakan Anarkis

PP KAMMI menegaskan bahwa perbedaan pandangan terhadap kondisi ekonomi maupun kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, organisasi tersebut mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing melakukan tindakan yang bersifat destruktif maupun anarkis akibat berbagai informasi yang beredar di ruang publik.

Menurut Ahmad Jundi, Indonesia saat ini membutuhkan stabilitas sosial dan politik agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat perlu dihindari.

KAMMI menilai bahwa tantangan ekonomi global yang sedang berlangsung justru membutuhkan persatuan dan optimisme nasional, bukan kepanikan yang dapat memperburuk situasi.

Soroti Narasi Asing yang Dinilai Merugikan Indonesia

Dalam keterangannya, Ahmad Jundi juga menyoroti munculnya berbagai narasi negatif yang menurutnya berasal dari pihak-pihak luar yang tidak menginginkan Indonesia semakin mandiri secara ekonomi.

"Kebijakan ekonomi RI yang kian mandiri, seperti optimalisasi sumber daya dalam negeri dan pengalihan ketergantungan dari pasar Barat ke kemitraan strategis yang setara, dinilai menjadi ancaman nyata bagi stabilitas bisnis para agen asing tersebut," katanya.

Ia menilai berbagai kebijakan yang saat ini dijalankan pemerintah, seperti hilirisasi industri, penguatan sektor energi domestik, dan reformasi fiskal, merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu lebih percaya diri terhadap kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menggambarkan masa depan ekonomi nasional secara berlebihan dan negatif.

Kedaulatan Ekonomi Dinilai Semakin Menguat

PP KAMMI berpandangan bahwa berbagai kebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang semakin berorientasi pada penguatan kepentingan nasional.

"Sudah saatnya Indonesia berdiri tegak di kaki sendiri. Jika agen-agen asing itu cemas, artinya kebijakan ekonomi kita sudah berada di jalur yang benar untuk merebut kembali kedaulatan bangsa," tegas Ahmad Jundi.

Menurut organisasi tersebut, upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui hilirisasi, memperkuat industri dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar merupakan langkah yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh, berdaya saing, dan tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal.

Masyarakat Diajak Tetap Kritis, Tetapi Tidak Mudah Terprovokasi

KAMMI mengajak masyarakat untuk tetap kritis terhadap berbagai isu yang berkembang, namun tetap mengedepankan verifikasi informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu memiliki dasar yang kuat.

Organisasi tersebut menekankan bahwa ruang demokrasi harus tetap dijaga, termasuk kebebasan menyampaikan pendapat. Namun, kebebasan tersebut perlu diiringi dengan tanggung jawab untuk tidak menyebarkan kepanikan, informasi yang belum terverifikasi, maupun ajakan yang dapat memicu tindakan anarkis.

Menurut KAMMI, menjaga persatuan nasional menjadi semakin penting di tengah kompetisi global yang semakin ketat. Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk terus tumbuh dan berkembang apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga optimisme, stabilitas, dan solidaritas sosial.

Persatuan Dinilai Menjadi Kunci Menghadapi Tantangan Global

Di akhir pernyataannya, PP KAMMI mengajak masyarakat untuk melihat tantangan global sebagai momentum memperkuat kebersamaan nasional.

Organisasi tersebut menilai bahwa keberhasilan Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai isu yang berkembang.

Dengan tetap mengedepankan dialog, menjaga ketertiban, dan menolak tindakan anarkis, KAMMI meyakini Indonesia memiliki kemampuan untuk mempertahankan stabilitas nasional sekaligus melanjutkan agenda pembangunan ekonomi yang sedang berjalan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles