
Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai bagian dari evaluasi situasi nasional sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas di berbagai daerah.
Pemerintah Pastikan Situasi Tetap Dalam Kendali
Usai rapat, Djamari menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi nasional melalui koordinasi intensif bersama seluruh unsur keamanan dan penegak hukum. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, kondisi nasional dinilai masih berada dalam keadaan yang kondusif.
"Situasi di dalam negeri sangat-sangat mantap. Dan perkembangan situasi terjadi di dalam negeri masih dalam kendali kita semua," kata Djamari.
Ia menegaskan bahwa seluruh aparat negara tetap bekerja secara terpadu untuk memastikan stabilitas nasional tetap terpelihara.
Hoaks dan Fitnah Dianggap Berpotensi Menimbulkan Keresahan
Di sisi lain, Menko Polkam mengakui bahwa beberapa hari terakhir masyarakat dihadapkan pada banyak informasi yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, tidak sedikit informasi tersebut berupa hoaks, disinformasi, fitnah, maupun konten yang mengandung kebencian sehingga berpotensi memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Karena itu, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan terhadap sumbernya.
Kondisi Nyata Dinilai Berbeda dengan Narasi yang Beredar
Djamari menilai kondisi di lapangan tidak mencerminkan berbagai narasi yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan bahwa kehidupan masyarakat tetap berjalan normal di berbagai daerah.
"Dan pada kesempatan yang baik ini juga saya katakan bahwa kondisi masyarakat kita juga tidak seperti apa yang disampaikan, yang disebarkan melalui media sosial itu," ujar Djamari.
Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi berbagai informasi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar.
Aktivitas Publik Berlangsung Seperti Biasa
Untuk menggambarkan situasi secara langsung, Djamari menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi sejumlah fasilitas umum. Ia menyebut aktivitas masyarakat masih berjalan normal, baik di ibu kota maupun di berbagai daerah yang dikunjunginya.
"Seperti saya tegaskan tadi bahwa kondisi keamanan di seluruh wilayah Indonesia itu dalam keadaan aman di Jakarta begitu juga kota-kota besar lainnya, daerah-daerah yang sering saya kunjungi juga dalam keadaan aman," kata Djamari.
Ia kemudian melanjutkan dengan contoh aktivitas yang ditemuinya.
"Bahkan saya juga berjalan bersama istri saya melihat ke pasar tradisional juga aman-aman saja. Pergi ke mal juga aman-aman saja. Bahkan kita masih banyak mencari tempat parkir saja di mal juga sangat sulit kalau kita agak terlambat berputar-putar baru kemudian kita dapatkan," imbuhnya.
Menurut Djamari, ramainya pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat berlangsung sebagaimana mestinya.
Sinergi Aparat Terus Diperkuat
Pemerintah memastikan koordinasi antara Kemenko Polkam, TNI, Polri, Kejaksaan Agung, BIN, dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun penyebaran informasi yang dapat memicu keresahan.
Selain menjaga stabilitas keamanan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat semakin mampu membedakan informasi yang benar dengan konten yang bersifat manipulatif.
Masyarakat Diajak Menjaga Persatuan
Menutup keterangannya, Menko Polkam mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan suasana kondusif. Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tetap mempercayai informasi resmi dari pemerintah dan lembaga yang berwenang.
Dengan koordinasi yang terus berjalan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah optimistis stabilitas nasional dapat terus dipertahankan sehingga berbagai aktivitas sosial, ekonomi, dan pembangunan dapat berlangsung secara aman.
.png)










